Rabu, 18 Januari 2012

Something More


Hello guys, long time since my last thread.

Today, i will write a story in my friend life.



Subtittle change into Indonesian :)
=======================================
Rabu, 18 Januari 2012



Masih pagi baru lahir, atau tengah malam tepatnya.. kira-kira pukul 01.00 am. Penulis berucap dalam hati "Memang betul, ternyata nggak semua yang kita minta kepada Tuhan akan diberikan"

Ada dua cerita pengalaman dari teman penulis.

Yang pertama berasal dari teman sekelas penulis waktu kelas 1 SMA

Jadi gini, setelah dua tahun nggak sekelas lagi. Dikelas tiga waktu mau mendekati UAN kira-kira beberapa bulan lagi yang masih bisa dihitung jari, teman penulis waktu itu lagi menjalin hubungan sama cewek(junior) di sekolah.

Well, sayangnya sebelum ikut UAN teman penulis itu tewas kecelakaan lalu lintas. Naas karena wajahnya dalam kondisi nggak baik. Dengar-dengar, katanya beberapa hari sebelum meninggal almarhum pernah bilang ke ceweknya kalo nanti udah pada lulus mereka mau nikah. Bayangkan bagaimana shocknya sang cewek waktu tahu kejadian seperti itu.

Yang kedua berasal dari teman sekelas penulis saat kuliah SM 1

Berbeda dengan yang pertama, teman penulis kali ini perempuan. Jadi gini ceritanya, sewaktu SMP do'i menjalin hubungan dengan cowoknya yang kaya. Sangat kaya?

Nah cowoknya ini ternyata mengidap penyakit, entah kanker entah apa penulis lupa.. Namun itu sudah dalam kondisi parah. Sayangnya orangtua dari cowoknya itu yang kata teman penulis bisnismen, sibuk sekali. Bahkan nggak mempedulikan saat anaknya butuh perhatian dari orangtuanya itu. Akhirnya selama dirumah sakit, yang mengurus biaya hingga segala macam itu teman penulis sama cowoknya.. Tanpa ada bantuan orang tua si cowok sama sekali, selain uangnya mungkin.

Hingga tibalah waktu ajal si cowok, disaat si cowok meninggal pun hanya ada teman penulis yang menemani, orang tua si cowok tetap sibuk dengan pekerjaannya. Ajegile, makjleb banget kan kalo ente-ente yang baca dipihak si cowok maupun teman penulis? Betapa menyedihkannya saat itu..

Untungnya sekarang, orangtua si cowok jadi lepas dari kebiasaan sibuknya. Mereka jadi menganggap teman penulis itu udah serasa seperti menantunya sendiri. Mereka jadi memperhatikan teman penulis. :)

==========================================



Yah,
"Tuhan memang tidak selalu memberikan apa yang kita minta, tapi jika kita diberi suatu ni'mat atau amanah maka jagalah sebaik mungkin.. Karena belum tentu ni'mat itu akan datang kembali."

Pengalaman penulis:
Dari dulu penulis nolak diajakin pacaran.. boro-boro nembak. Sampai kelas 3 sma, penulis nembak wanita yang penulis suka dan berujung ditolak. Ternyata sakit juga saat kita ditolak orang yang kita sukai. Penulis merasa berdosa udah nolak cukup banyak wanita dari dulu.

Maka penulis berdo'a :
"Ya Allah, ya Tuhanku apabila aku tidak berjodoh dengannya(wanita tersebut) maka biarkanlah karena mungkin bukan hamba yang terbaik baginya. Mungkin ada yang lebih baik, atau Tuhanku akan memberikanku yang lebih baik daripadanya kepadaku. Maka berikanlah yang terbaik ya Allah"

Setahun berselang sekarang penulis sedang mendapat amanah, untuk memberikan kasih sayang kepada wanita penulis(teman dikampus).  :)

Do'i jilbaber, sholiha, nggak gengsi-an, lucu. Tapi tetep penulis nggak tahu kenapa penulis bisa ada rasa sama do'i. Begitupun do'i, kita sama-sama menyukai. Allah bless you honey :*

Rabu, 11 Januari 2012

The butterfly effect ? This a Love effect ?! Absolutely no, this a S*it effect!!!


Damn, gw tidur nggak tidur sama-sama bikin pusing.

Jadi gini ceritanya jam 2-an gw tidur..
Nah sewaktu tidur gw mimpi dibangunin oleh timpukan undangan. Undangan apa nih pikir gw yang dilempar nyokap.. Setelah gw baca ternyata itu undangan nikahan orang yang "gw suka?" Damn this kata gw.. Ini pasti mimpi !
Gw langsung nutup muka pake bantal mencoba meyakinkan kalo gw mimpi.

*Blink, gw melek lagi.. Masih dikasur.
"Gak ada undangan kata gw lega.." eh tiba-tiba ada yang ngebuka pintu kamar dan ngelempar undangan. Gw baca, and itu sama kaya yang tadi..
"..............terdiam lama". Well, ini memusingkan kata gw yang diikuti sedikit tawa. Gw beranjak dari kamar, nanya ke bokap tentang itu dan kata bokap "ya bener, besok kamu yang jadi wakil keluarga kita ya dateng kesana". Gw kacau didalam otak, dan jatoh roboh dengernya.

*Blink, tiba-tiba gw bangun dikasur.
Wew, tadi mimpi bukan ya? Gw keluar dan disana ada nyokap. Cerita yang mirip-mirip waktu ke bokap, kata nyokap "coba kamu baca lagi undangannya".
Setelah dibaca, namanya agak aneh "jadi beda". Gw lega..
Nggak lama rumah kedatangan tamu, begitu dibuka. Jreng..! The One who I posibbly love sama calon pasangannya. 

"??!!!!!!...." gw nggak bisa ngomong apa-apa
Nyokap yang langsung dateng segera mempersilahkan mereka masuk duduk sambil berkata
"Kamu ini gimana sih.. Bukan tamunya disuruh masuk malah bengong didepan pintu"
Setelah tamunya pergi, nyokap bilang ke gw kalo ternyata penulisan nama di undangannya salah. Ya.. nama cewe'a salah.. harusnya "Itu Orang"
Speechless, komat-it nggak jelas, bumi gonjang-ganjing, tiba-tiba dunia gelap kaya mati lampu

*Blink, kali ini gw terbangun lagi dari kasur..
Yah, kali ini nggak ada apa-apa.. Waktu menunjukan pukul 10.50 WIB.
Seandainya gw keluar ktemu Nyokap ato Bokap berarti itu mimpi, gw netapin keyakinan dalam diri gw.. Gw belum nemu undangan kaya gitu lagi, and seandainya nemu gw berkeyakinan untuk tetap tabah, meski mungkin bakal kaya dimimpi-mimpi sebelumnya yang sempet nggak kuat mental.

Well didunia manapun gw sadar saat menulis ini, mungkin hal itu akan terjadi. Ya gw sadar kalau semua bisa terjadi selama ada kehendak dari-Nya.

Positive think gw bilang: Jadiin mimpi2 tadi sebagai latihan jika suatu saat terjadi hal seperti itu, dan gw mencoba melupakan bagaimana possibly love itu bisa terjadi.

PS: Looks funny,  if you go insane just because a woman you may love \lol