This is just a little "R" life journey. Who was always wrong
Nothing to much, lets start~
Pertama. (gak pake "x" ya)
Disini hiduplah seorang anak manusia yang perawakannya campuran antara sunda dan jawa tengah.
Sebenarnya sih hidupnya biasa-biasa aja dari kecil, hingga..
-SMP-
Yeah, right. SMP adalah masa hidup sekolah dimana lagi asik-asiknya ngebolang, ngeluyur, ngalur-ngidul, ga pake modal gede.
Well,
Kelas 1.
Waktu itu ada seorang teman "R" yang menelpon kerumahnya untuk menanyakan tugas esok hari. Ayah "R" yang mengangkat telepon tersebut segera memanggil anaknya si "R". Tapi bukan main, sewaktu "R" yang berbicara si teman kebingungan. Katanya, "kok cewek ya?" "Ini "R" kan?" begitu "R" menjawab iya, temanya langsung menutup teleponnya.
Well, itulah salah satu contoh dari sekian banyak yang mengatakan kalau suara "R" itu memang seperti cewek.
Dikarenakan sebel, "R" hanya menghibur diri dengan mengatakan (fact)kalau dirinya memang belum berubah suaranya (masa SMP adalah masa dimana suara anak laki-laki berubah). Sewaktu masa itu tiba, "R" menjadi sering berbicara teriak-teriak agar suaranya menjadi seperti laki-laki (sungguhan).
Namun, apalah arti suara berubah, setelah mengetahui sekarang suara "R" kalau ngomong jadi gak jelas.. Entah ga jelas bunyinya, suaranya, atau kata-katanya, atau semuanya..
Sekarang. Tiba-tiba ada telepon dari orang, "Hallo?" sapa "R" yang dijawab "Halo, Ibunya ada pak?" atau "Oh, pak ***** (disangka suara bapaknya)". Tidak pernah ada yang mengatakan "dik, mbak, bu, mas, tante lagi.."
Dan sekarang untuk berbicara "R" lebih banyak memilih enggan, karena suaranya hanya akan terdengar sumbang dan hancur.. (butuh gurah suara)
Yah begitulah~
Kedua.
-SMP-SMA-
Yeah, second round. Diwaktu SMP dan SMA muka "R" begitulah, tidak berniat senyum memang sudah "smile". Hal ini ternyata menyulitkan hidup juga, meski sebenarnya banyak orang sulit untuk tersenyum, muka "R" sudah tersenyum.
And then,
SMP section
Teman "R" berkata, "R" lo kok senyum mulu sih? gila lo yah?" respon "R" "................"
Sewaktu ada temanya yang lagi sedih, "R" lewat dan saling kontak mata. Temanya langsung terlihat kesel, dan cemberut. (secara tidak langsung, temannya pasti berkata "Apa lo senyam-senyum, seneng banget liat orang susah")
Sewaktu "R" naik angkot, "R" sedang melihat pemandangan diluar dari jendela didepannya. Namun karena ada orang didepannya, orang tersebut jadi salah tingkah seolah terlihat kalau disenyum-senyumin sama "R". Merasa jadi weird, "R" pun segera buang muka.
SMA section
Ini sih sudah tidak diragukan lagi, di masa ini banyak bangat yang ngomong begitu..
Teman: "R"! dipanggil, malah senyum-senyum.."
Teman "R" nyeletuk "Nyengir mulu..!?" dijawab "R", "Muka gw emang begini!"
Atas sebab-sebab itulah dan ditambah banyaknya penderitaan yang datang bertubi-tubi.. "R" sekarang menggunakan mekanisme pertahanan diri yaitu "cuek, no smile, bomat, pandangan mata nyari ribut, jadi terlihat belagu, sombong, etc." padahal kalau udah kenal "R" itu... beda dah.
Padahal senyum itu ibadah yang paling mudah, tapi kenapa "R" tidak menggunakannya lagi? Karena "R" sudah terlalu banyak (sakit hati). Dan sekarang sudah tidak akan anda temukan kembali pure smile "R", akan sulit sekali untuk menemukannya..
Sementara sampai sini dahulu life journey "R", bersambung sampai batas waktu yang tidak ditentukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar