Kali ini penulis akan menuliskan, tentang pengalamannya dengan YUGIOH.
Yu-Gi-Oh memang populer sejak lama, penciptanya Kazuki Takahashi menciptakannya tahun 1996. Namun seiring perkembangannya sekarang permainan Yu-Gi-Oh mempunyai banyak versi : )
Gak usah lama-lama, langsung aja. Ini bermula dari penulis yang waktu itu sering bermain PS1 (PlayStation 1) dirumah teman. Maklum waktu itu belum punya PS. Suatu hari, teman membeli kaset game bernama Yu-Gi-Oh. yang serinya waktu itu Forbiden Memories. Nah sewaktu memainkan ini teman penulis kesusahan karena kartunya ecek-ecek as lemah semua dibanding dengan kartu musuh disana. Karena gak ngerti, penulis mengamati saja hingga lama, bosen ngeliatnya ini orang kenapa ga menang-menang. Penulis ambil sticknya, terus bilang gantian! Karena tahu musuh mengkombinasikan monster dengan monster, penulis penasaran dan memencet semua tombol di stick bagaimana cara mengkombinasikan monster. Setelah ketemu akhirnya kami seperti orang nemu lahan emas yang belum digali seorangpun. Senang banget, sampai-sampai bikin panduan kombinasi dengan mencatat semua gabungan-gabungan di kertas folio bergaris. Main game yang satu ini gak ada bosennya, karena bisa juga membeli kartu kuat dengan semacam point yang didapat dari musuh dengan memasukan kode kartu asli(real) tapi imitasi yang waktu itu si dibeli di tukang mainan anak kecil atau biasa disebut tukang agar-agar ditempat penulis.
Well, disekolah pun penulis dan beberapa temannya yang mempopulerkan TCG(Trading Card Game) game yang satu ini. Kelas 5 SD kalau tidak salah waktu itu. Dan penulis terobsesi dengan monster bertype Dragon, makanya penulis dipanggil Dago oleh teman akrab waktu di SD. Dragon, kepleset anak cadel Dagon, kedenger orang budek jadi Dago (kaya nama warung makan)\lol.
Tetapi dari semua, penulis paling tertarik dengan Katsuya Jonouchi as Joey Wheeler (vr USA) as Jono (vr Swedien/ Swiss. i forgot). Dia adalah teman baik karakter utama, dan termasuk karakter utama juga. Permainan kartunya yang bisa dibilang keberuntungan pemula di permulaan film/ komik Yu-Gi-Oh. Namun seiring perkembangan cerita, ia menjadi sosok duelist yang tangguh dan kuat serta memukau dengan will-nya(keinginan, kehendak, kemauan, something like filling what you want). Dan kartu andalannya Red Eyes Black Dragon juga adalah monster favorite penulis. Sayang sebagai karakter penyokong karakter utama yang asli, ia pasti selalu dibuat kalah saat berhadapan dengan karakter utama. Kecuali di akhir season Battle City, dimana ia kehilangan kartu Red Eyes dan mencoba untuk menjadi duelist yang sejati. Di akhir Battle City ia bertarung dengan Karakter Utama demi merebut kembali Red Eyes miliknya.
Sekarang ini sudah kurang lebih 7-8 tahun lamanya sejak penulis bermain TCG YGO. Namun tidak berarti ini menjadi suatu kemunduran, karena penulis tetap menghobi permainan ini, baik asli atau versi gamenya \smile.
Penulis ingin sekali mengoleksi kartu-kartu TCG YGO lagi. Mau yang asli atau tidak kek bodo amat, yang penting punya dan sejelek-jeleknya imitasi cari yang paling asli ya.. \laugh. Namun sekarang sudah tidak ada tukang agar-agar lagi, mungkin sudah mati dimakan zaman ke'a. Udah bukan zamannya lagi.. Masa musti ke toko beli kartunya, mahal.. Yang asli apalagi bisa sampai 200ribu 1 deck as kira-kira 40 kartu.
Btw, penulis pernah punya pengalaman shock abis dengan YGO ini. Jadi waktu masih SD hampir tiap hari pulang dengan kartu baru, jadi ceritanya panulis keasikan bermain kartu ini sampai seharian bisa, gak belajar, gak sholat, gak inget lagi ga ngapain.. nah, yang jelas nyokap marah. Terus waktu penulis mandi, tiba-tiba dari kamar mandi kok nyium bau bakar-bakar. Penulis bertanya kepada nyokap: "Bakar sampah ya?" tetapi tidak dijawab. Bodo amat, lanjut mandi.. selesai mandi mau liat kartu lagi, kok ga ada di mana-mana. Langsung sadar wah pasti yang tadi dibakar, langsung ke TKP bau berasal dan bener kartu penulis yang banyaknya waktu itu nyaris 1 kantong plastik hitam ukuran sedang(kurang lebih ada sampai 400-500 kartu) dibakar, langsung teriak-teriak histeris. Ngambil plastiknya, bongkar-bongkar smuanya dan menyelamatkan yang masih dapat digunakan, dan dari kartu itu kebanyakan kartu langka(baik asli/imitasi maupun di PS1) seperti Baby Dragon, Time Wizard, dan beberapa yang langka dan tidak ada di PS1 juga hangus terbakar. Shock langsung nangis akhirnya. << bagaikan orangtuanya yang meninggal, sampai kejer. \lol
(waktu kelas 5 SD)Berbeda dengan teman-temannya yang selalu membeli kartu dengan kekuatan tinggi serta pertahanan tinggi, penulis sudah berpikir kenapa bintang bintang(level disebutnya) tiap monster berbeda dan ada efek-efek khusus, yang dituliskan dengan bahasa inggris tentu saja. Bahkan ada beberapa yang berbahasa Cina. Pasti ada yang beda nih sama permainan PS1 nya yang permainannya monster terkuat = menang, ga peduli itu lvl brp, type apa, jenis apa. Well buat pembaca yang belum tahu YGO pasti pusing baca ini semua \laugh. Ternyata permainan yang sekarang itu dengan mengorbankan monster kecil untuk memunculkan monster lvl tingkat menengah atau tinggi. dan dibutuhkan lebih otak dari otak anak SD penulis diwaktu itu, sekarang aja penulis masih ada yang kurang mengerti dengan beberapa yang baru.
Ngomong-ngomong penulis masih ingat pasti mayoritas monster YGO PS1 yang berjumlah 768 kartu dengan atk/def-nya, cara gabungannya tanpa harus melihat kartas folio bergaris konyol waktu itu, meski sudah tidak punya PS1 lagi \laugh. Memang kalo dengan yang kita senangi menjadi lebih mudah diingat ya, daripada belajar.. pasti beberapa hari kemudian aja sudah lupa. \lol
Oh ya, penulis akhir-akhir ini baru bermain YGO Duel Accelerator Online atau YGO OL 3, sayang untung membeli kartu harus dengan mengisi credit point yang disebut BossterPass atau BoosterPack atau melawan NPC hingga beberapa kali yang sangat rumit dan cuma mendapat 1 kartu random. Harga BossterPass tentu tidak murah, paling minimal 50 ribu rupiah bisa habis untuk membelinya. Tetapi kalau mendapat kartu langka dijual kembalinya bisa tinggi bahkan melebihi harga membeli boosterpassnya. ~($o$~) d`qdq,
Dan ini adalah salah satu rekaman penulis bermain YGO OL
Sayang hingga saat ini Indonesia tidak masuk kedalam beberapa negara yang mendukung YGO OL dimuka dunia, meski beberapa negara tetangga, dan salah satu negara yang saya benci sudah menjadi negara pendukung.
Meski begitu, ada salah satu publiser game dari Indonesia yang mencoba memintanya. Tidak tahu deh akan diterima atau tidak, masalahnya YGO OL ini atas nama KONAMI di seluruh dunia.
Ok, I beg leave. See ya~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar