Hello guys, how are you?
I'm really really dozy now, so make this fast. Check it out~ (--__--)..zZ
Everything have the way.. Nggak tau deh bener nggak itu judulnya, kayanya sih salah. Abis bingung mau nulis "Semua Ada/Punya Jalannya" pake en. Semoga aja bener..
Kali ini penulis mau sedikit share selama ini bahwa ternyata semua itu memang ada jalannya.. Jangan ditanya apa jalannya, yang pasti ada. Ide menulis post kali ini ada sewaktu penulis menonton acara di televisi tadi pagi.
Setelah penulis menonton acara tersebut tiba-tiba penulis teringat tentang semua yang pernah terjadi, yang menurut penulis agak lucu juga karena "ada aja". Well biar gak makin bingung baca bawah.
SD
Sewaktu penulis SD penulis itu suka sekali sama yang namanya main, ngelayap tiap hari maenan sama temen-temen sampai Ibu penulis sering melarang penulis keluar bermain. Namun namanya juga anak kecil, gak bisa nahan sama yang namanya main bareng temen-temen. Seperti biasa pintu rumah dikunci dan kuncinya diumpetin atau nggak dipegang orang rumah lain. Karena gak bisa keluar lewat pintu, penulis biasanya kabur lewat jendela (semua jendela di tralis lho). Hanya bermodalkan sela antara besi dengan besi sepanjang 20cm, penulis bisa menyelip keluar tiap hari.(tidak ada yang menghalangi)
Semakin jadi maennya waktu SD penulis pernah dipancing dengan siomay. Ya penulis kecil memang seneng juga sama makanan ini, jadi ceritannya Ibu penulis membeli siomay sepiring terus nawarin penulis. Penulis tidak menolaknya dengan senang hati, tetapi lucunya sepiring siomay ini diletakan didalam kamar. Penulis langsung aja kena perangkap, begitu masuk kamar menyantap siomay dengan menggunakan garpu dengan lahapnya, tiba-tiba.. Grek, crek! Pintu kamar dikunci dari luar. (waduh...) begitu pikir penulis saat itu.
Setelah menghabiskan makanannya, penulis mencoba mencari jalan keluar dari sini. Melihat sekitar, jendela tralisnya kecil dan besinya keras, pintu dikunci, selain itu ga ada lagi. Mikir sebentar, tiba-tiba penulis ada ide. Gimana kalo pintu kamar penulis jebol? selang waktu mikir bukanya pakai apa, dan ingat jangan sampai pintunya rusak juga, karena gak mau dong pintu kamar gak bisa dipakai lagi. Akhirnya penulis yang hanya menggunakan 1 garpu berhasil menjebol pintu kamar dengan waktu tidak lama(maaf, caranya tidak dapat diberitahu karena dapat berbahaya bagi sebagian orang).
Ujian Nasional SD, gak inget dimana tanggal berapa dsb.
Yang jelas hari itu kami anak-anak SD test untuk melanjutkan ke SMP negeri yang dipilih. Disini entah beruntung atau ajaib entah mengapa gw salah buletin angka? atau memang terjadi kesalahan di memprosesan?? penulis menuliskan angka 81, 272, 157. Entah darimana hasilnya menunjukan penulis diterima di 257..?? (Namun penulis bersikukuh menghitamkan angka 1 dikertas) Syukur alhamdulillah tenyata setelah dicek sepertinya nilai penulis tidak ada yang mencukupi nilai dari ke-3 SMP tersebut yang sebelumnya dipilih (penulis dari SD Bekasi, yang memang bangkunya dibatasi hanya sedikit untuk diterima SMP Jakarta. Otomatis nilai yang diterima hanya nilai yang +++). Entah darimana, yang jelas sekali lagi "Everything Have The Way". SMP penulis juga enak-enak aja ah..
Hari Minggu, waktu SMA kelas 3.
Tepatnya dihari itu penulis baru mandi siang hari bolong. Waktu itu dirumah hanya ada Orangtua penulis yang ingin berangkat menghadiri sebuah acara dan penulis tentunya. Sedang asiknya mandi (sebenarnya sedang malas-malasnya mandi, bisa 1/2 jam lebih) ternyata pintu kamar mandi dikunci dari luar oleh Orangtua penulis, namun waktu itu penulis tidak menyadarinya karena sedang mandi (nyalain air as berisik + lagi beler dikamar mandi). Orangtua penulis pun akhirnya berangkat pergi, dimana waktu itu penulis masih mandi. Jadi resmi sudah penulis sendiri dirumah. Jelang beberapa waktu, selesai mandi penulis ingin keluar dari kamar mandi. Pintu yang dicoba dibuka ternyata tidak bisa dibuka..! (jelas dikunci dari luar). Panik mau teriak minta tolong tapi mikir, masa kekurung waktu rumah kosong? (dikamar mandi lagi, make handuk doang) kaya orang tolol. Akhirnya penulis mengurungkan niat, dan mencoba kembali pengalaman penulis waktu SD. Berbekal dengan sebuah sikat gigi dan sikat badan, penulis berhasil keluar tanpa merusak pintu kamar mandi beserta penguncinya. Kemudian menelpon Orangtua penulis dan mengomelinya.
Lulus SMA, kali ini waktu mau SNMPTN
Dimana waktu itu semua orang membuat SKHUNnya untuk ditunjukan sebagai tanda bukti persyaratan mengikuti ujian SNMPTN (sebenarnya ijazah tetapi bisa itu sebagai gantinya kalau ijazah belum keluar). Semua orang sudah memesan SKHUN jauh hari sebelumnya, namun penulis yang memang nggak bisa bangun pagi (siang atau sore waktu liburan, bahkan kadang malem lagi). Hingga hari -1 ujian dilaksanakan, seorang teman penulis me message penulis menyanyakan "sudah membuat SKHUN?" Otomatis penulis jawab, "buat apaan?" (lupa, bego banget). Singkatnya malam hari penulis langsung kesekolah meminta diproses, akhirnya berhasil selesai pagi-pagi sekali, hanya beberapa jam menjelang ujiannya dilaksanakan. Thx untuk teman yang memberitahu, dan teman yang membantu lainnya, dan yang pasti kepada Allah SWT.
Entah bagaimana, namun sepertinya sifat penulis yang memang "ada aja" ini diturunkan dari Ayah penulis.
Liburan Lulus SMA
Waktu itu Ayah penulis seperti biasa berangkat kekantornya dengan Ibu penulis menggunakan mobil. Karena hanya berdua otomatis mereka duduk didepan (gak punya sopir). Sesampainya pulang kerja dirumah, Ayah penulis hendak mengunci stang/setir dengan kunci stang (yaiyalah masa diiket pake rantai kapal??). Setelah mengunci stang, menutup pintu, kemudian kunci otomatis terpasang. Mengecek semua pintu terkunci dan jendela tidak ada yang terbuka, Ayah masuk kedalam rumah. Begitu melihat kunci yang dipegangnya, ternyata ini adalah kunci dari kunci stang. Ternyata kunci mobil dengan remote kunci otomatisnya tertinggal didalam, beserta kunci-kunci cadanganya. Entah bagaimana, tidak berapa lama mencari jalan keluar ternyata salah satu jendela pintu tidak tertutup.. (aneh). Ya sudah dengan membuka kunci pintu secara manual dari jendela, akhirnya kunci mobil yang masih bertengger didalam berhasil diambil.
Semua ini terpikir untuk diceritakan karena penulis terpikir, setelah menonton acara di stasiun TV tadi pagi tepatnya sebuah acara keagamaan yang menceritakan ilmu Iman, atau percaya. Singkatnya bahwa kita itu harus percaya, percaya kepada Allah SWT maka akan ada jalan keluarnya.
Yah penulis si ambil tema pasti ada jalannya aja untuk membuat entri kali ini. \smile
Tapi thx udah mampir, silahkan baca entri lainnya ya buat yang baru kali ini mampir. Thx, see ya~
(mau tidur dulu, hehe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar